Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dampak Covid-19 Pada Pengembangan Dakwah Islam

Hartoni.com - Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) atau biasa disebut virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan ringan hingga berat, seperti penyakit flu. Virus corona pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia, hanya dalam waktu beberapa bulan.

Dalam rangka mencegah penyebaran virus corona, Indonesia memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Terutama pada lokasi-lokasi yang masuk kedalam zona merah atau zona darurat covid-19. Selain itu berbagai himbauan-himbauan juga muncul seperti dianjurkan untuk menjaga jarak (social distancing) ketika saling berinteraksi, menggunakan masker ketika bepergian keluar rumah, dirumah saja bagi yang tidak berkepentingan, dan sebagainya.

Rasulullah SAW pernah bersabda ketika ditanya oleh Siti Aisyah RA, tentang suatu wabah penyakit (tha’un) yang berbunyi :

عن عائشة زوج النبي صلى الله عليه وسلم أنها أخبرتنا أنها سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الطاعون فأخبرها نبي الله صلى الله عليه وسلم أنه كان عذابا يبعثه الله على من يشاء فجعله الله رحمة للمؤمنين فليس من عبد يقع الطاعون فيمكث في بلده صابرا يعلم أنه لن يصيبه إلا ما كتب الله له إلا كان له مثل أجر الشهيد

“Dari Siti Aisyah RA, ia berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah SAW perihal tha‘un, lalu Rasulullah SAW memberitahukanku, dahulu, tha’un adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Maka tiada seorang pun yang tertimpa tha’un, kemudian ia menahan diri di rumah dengan sabar serta mengharapkan ridha-Nya seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan menimpanya selain telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid,” (HR. Bukhari, Nasa’i dan Ahmad).

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW memberikan tuntunan saat wabah, yaitu untuk tidak keluar rumah, bersabar, dan terus meningkatkan ibadah. Banyak dampak yang ditimbulkan akibat pandemi covid-19 ini, berbagai kalangan telah merasakan dampaknya. Mahasiswa ataupun pelajar harus melaksanakan belajar daring dari rumah masing-masing, pekerja-pekerja ada yang terkena phk dan adapula yang pekerjaannya tertunda, kondisi ekonomi mulai menurun, dan sebagainya.

Bahkan peribadatan umat-umat beragama pun ikut terdampak. Contohnya umat Islam yang dibatasi untuk melakukan sholat berjamaah di Masjid dalam rangka mencegah penularan virus corona ini. Tak hanya sampai disitu, dakwah Islam pun terkena dampaknya. Terutama dakwah secara langsung atau tatap muka yang tidak dapat dilakukan akibat adanya pandemi covid-19. Sehingga sekarang semakin dikembangkannya metode dakwah melalui media online.

Pengembangan dakwah Islam melalui media online sangat efektif dilakukan pada masa seperti sekarang ini. Meskipun sebelum pandemi ini muncul, sudah banyak umat Islam yang melakukan dakwah-dakwah dengan karya tulis, poster, video, ataupun lagu. Melalui karya-karya tersebut, seorang da’i mampu menyampaikan dakwahnya dengan tujuan mengajak, menyeru untuk kebaikan dan menyebarkan ajaran-ajaran Islam untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

Media online saat ini begitu banyak, seperti halnya youtube, instagram, facebook, dan juga twitter. Alangkah baiknya jika kita sebagai umat Islam dapat memanfaatkan media tersebut untuk mengembangkan dakwah Islam. Sehingga, penyebaran dakwah semakin luas dan semakin banyak orang yang dapat dijangkau sebagai objek dakwah (mad’u).

Pandu Abdi Praja/1841010507/KPI