Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tiga Tempat Yang Namanya Hilang dari Peta

Hartoni.com - Semua negara Pasti mempunyai distrik wilayah yang pastinya masuk dalam peta agar memudahkan dalam pencarian wilayah dalam suatu negara tersebut, akan tetapi berbeda halnya dengan beberapa negara yang menghilangkan nama wilayahnya dari peta negara, Pasti Penasaran? Ini dia tiga wilayah di antaranya, yang dilansir dari berbagai sumber:

1.The Jungle di Sillicon Valley, California, AS
Di kawasan ini, ribuah orang berkumpul di sebuah perkemahan khusus untuk tunawisma, yang berasal dari berbagai latar belakang. Mereka membangun kemah-kemah terpal dan masing-masing membatasi areanya dengan pagar seadanya. 
Ironisnya, di kota ini bercokol perusahan kelas dunia seperti Apple, Google, Facebook dan Microsoft. Karena kawasan yang begitu kumuh, pemerintah setempat akhirnya membersihkan tempat tersebut. Anda tidak akan menemukan lagi The Jungle di Sillicon Valey di peta California. 

2.Kawasan Schwarzer Kanal, Berlin, Jerman
Berlin terkenal dengan Tembok Berlin yang begitu fenomenal. Bersatunya kembali Jerman Barat dan Jerman Timur ditandai dengan rubuhnya tembok pemisah ke dua negara tersebut.
Selain sebagai kota bersejarah, di Berlin terdapat sebuah kawasan kumuh yang dipenuhi orang-orang yang menganut freestyle. Mereka ini rata-rata hidup seenaknya dan tidak mau bekerja serta menyebut diri mereka Schwarzer. Area itu kemudian dikenal dengan Schwarzer Kanal.
Gerah melihat kondisi itu, pemerintah Jerman menghapus dari nama kawasan itu dari peta negara. 

3.Distrik Guryong di Seoul Korea Selatan
Distrik Guryong, hanya selangkah dari Distrik Gangnam yang mewah. Ibarat langit dan bumi, Distrik Gungyong adalah wilayah kumuh yang hanya dihuni oleh para lanjut usia, pekerja kasar dan pemulung. Mereka ini rata-rata adalah korban gusuran dari Seoul, saat pemerintah akan mempersiapkan kota tersebut menjadi tuan rumah Olimpiade 1998. 
Bangunan-bangunan di kawasan ini hanya dibangun dari bahan-bahan bekas. Karena banyak penduduknya yang ilegal, mereka tidak bisa mendapatkan fasilitas listrik, gas dan air. Sama seperti dua negara di atas. pemerintah Korea Selatan lantas menghapus nama kawasan tersebut dari peta. 


(Hartoni\Editor)
Sumber: law-justice.co