Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Musibah Simbol Kemesraan Tuhan

Hartoni.com - Kehidupan Manusia tidak lepas dari sebuah pantauan sang maha penghidup, kadang kita tidak pernah berpikir ada dasar yang paling penting dimuka bumi ini yaitu hidup dan kematian. 

Tersentak hatiku seketika, bahwa saya harus sadar di dalam kehidupan untuk menuju sebuah kematian ada proses dan prosedur yang sudah tercatat dalam perjanjian kehidupan manusia, Kapan itu? Sebelum kita dilahirkan di Alam Dunia.

Pertanyaan lagi apakah kita ketika dilanda sebuah proses kematian yang diberikan Tuhan kepada kita yaitu sebuah Wabah penyakit atau virus yang sekarang lagi diturunkan oleh Allah untukmu agar mengingat keberadaan Nya Maha pencipta.

Berangkat dari banyak pertanyaan bagaimana kita menyikapi kematian Bagi ummat Islam, wajib kita meyakini tentang nash-nash Alquran dan Hadis Nabi yang mengabarkan mati. 

Dalam beberapa riwayat, dijelaskan bahwa orang islam, yang meninggal dunia karena terinfeksi wabah yang mematikan, maka jaminannya surga.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang terbunuh di jalan Allah (fii sabilillah) adalah syahid; orang yang mati karena ath-tha’un (wabah) adalah syahid; orang yang mati karena penyakit perut adalah syahid; dan wanita yang mati karena melahirkan adalah syahid.” (HR. Ahmad, 2: 522)

Kemudian ada hadis Muslim nomor 1914 dan Bukahri nomor 2829 yang berbunyi: Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena ath-tha’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.”

Riwayat dan pertanyaan diatas menunjukkan bahwa Tuhan sangat mesra terhadap hambanya, tuhan tidak pernah kejam apalagi mematikan hambanya dengan cara yang sadis, berbagai macam cara ada disetiap detik kehidupan yang tujuannya akan kematian.

Tuhan memberikan sejarah dan kesan terhadap kematian hambanya, sebagai bentuk historis agar bisa dikenang keturunan manusia itu sendiri, karena manusia mati hanya meninggalkan nama.

Tabikkk