Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dibalik cerita kasus Vanesa Angel.

Kebutuhan adalah keinginan manusia terhadap benda atau jasa yang dapat memberikan kepuasan jasmani maupun kebutuhan rohani. Kebutuhan manusia tidak terbatas pada kebutuhan yang bersifat konkret (nyata) tetapi juga bersifat abstrak (tidak nyata). Misalnya rasa aman, ingin dihargai, atau dihormati,maka kebutuhan manusia bersifat tidak terbatas. Beberapa factor yang menyebabkan kebutuhan manusia itu tidak terbatas antara lain sebagai berikut : 
  • Makin bertambahnya jumlah penduduk.
  • Makin maju ilmu pengetahuan dan teknologi. 
  • Makin meluaskan lingkungan perguruan.
  • Meningkatkan tingkat kebudayaan manusia. 
Dalam pemenuhan kebutuhan manusia yang tidak terbatas dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a.Berusaha secara individu atau kelompok dalam masyarakat atau lingkungannya.

b.Pemenuhan kebutuhan tidak sekaligus, tetapi harus menerapkan skala prioritas yaitu mengutamakan kebutuhanmana yang harus didahulukan.

2. Macam-macam Kebutuhan
a.Kebutuhan menurut itngkat intensitasnya

1) Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia dapat mempertahankan hidupnya. Supaya dapat hidup manusia harus makan, minum, dan berpakaian. Selain itu manusia juga memerlukan tempat tinggal atau rumah. Kebutuhan primer juga disebut sebagai kebutuhan alamiah.

2) Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang terjadi setelah kebutuhan primer terpenuhi.

3) Kebutuhan tersier atau kebutuhan kemewahan adalah kebutuhan yang terjadi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Ia masih memerlukan hal-hal lain yang tingkatannya lebih tinggi. Namun kebutuhan sekunder cenderung ke arah barang prestise di dalammasyarakat, missal : berlian, mobil mewah, dan rumah megah.

Dari penjelasan dasar tentang kebutuhan Manusia diatas tentu kita semua telah memahami aspek positif dan negatif nya Ketika kita sudah melewati level-level tertentu. Manusia merupakan makhluk yang statis terkadang bisa mengontrol terkadang juga tidak bisa mengontrol, baik emosi positif maupun Negatif.

Dikaji dari emosi positif manusia yaitu berbicara sosial, contohnya rasa ingin saling membantu dan menghargai sesama, ini akan berdampak baik jika dilakukan oleh manusia yang sudah melewati level kebutuhan Primer, Sekunder dan Tersier. Emosi positif ini bisa disalurkan melewati hal-hal baik, seperti membantu sesama baik berupa uang maupun benda.

Sedangkan dari emosi negatif ketika manusia sudah melewati level-level kebutuhan Primer, Sekunder dan Tersier maka dia akan mengalami degradasi mental seperti ingin poya-poya, hidup mewah dan dipuji, pelecehan Sex contohnya yang seperti yang baru terjadi baru-baru ini tentang cost pembayaran teman kencan Vanesa Angel.

Vanesa Angel menurut saya sudah mampu untuk dipandang sebagai orang yang mampu mengampu kebutuhan orang-orang yang sudah mempunyai kelas tinggi, sehingga kalau dilihat dari kemampuan dia untuk dibayar sebegitu besar menurut kita yang belum mampu mengeluarkan uang sebesar 80.000.000 kita akan berpendapat bahwa seperti apakah, mending uangnya disedekahkan. Tapi sesungguhnya pasti orang yang membayar nya sudah ada uang yang disisipkan untuk sedekah juga.

Nah, menarik untuk dibahas tentang kebutuhan kelas tinggi ini menjadi pembanding sebagai motivasi dan pencerahan bagi kita yang belum melewati level-level kebutuhan primer, sekunder dan Tersier. Ini bukan berbicara hawa nafsu yang tak bisa dikontrol, akan tetapi ini berbicara kelas kebutuhan.

Falsafah yang sering saya gunakan bahwa perbandingan orang yang bertempat tinggal di kampung dan dikota, kalau orang yang dikampung memegang Uang 50.000 sangat cukup, akan tetapi kalau dikota memegang uang 50.000 serasa tak punya gairah untuk bersosialisasi, dalam Falsafah ini berbicara bahwa orang yang sudah mampu secara ekonomi akan lebih besar pengeluaran dibandingkan yang biasa-biasa saja.

Mungkin Uang 80.000.000, bagi mereka yang mengeluarkan nya untuk kepuasan nafsu, itu sebanding dengan kita mengeluarkan uang 80.000 saja. Dari istilah istilah inilah kita akan lebih memahami pola hidup, agar kita bisa berpikir untuk membandingkan penghasilan kita dengan mereka yang sudah berkecukupan agar kita bisa memanfaatkan waktu ketika kita mampu dan ketika kita belum mampu.