Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Penjual Ikan Mas

Hartonicom - Jualan ikan mas sejak 16 tahun lalu, membuat Bapak hamami pedagang yang sehari-hari di kawasan Pasar perumnas waihalim mampu membuat rumah sendiri  di Jalan Cendana, Gg.kenari 3,  Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Tanjung senang, Kota Bandar Lampung. 

Pak hamami menuturkan, bahwa dirinya memulai usaha berjualan ikan mas ini sejak tahun 2002 lalu dengan menjajakan beberapa jenis ikan, diantaranya;  Ikan Gabus,  Ikan Mas, Ikan Mas, Sepat Bogor, Ikan Pedang, Ikan Gurame, Ikan lele.

Pak hamami menjual Ikan mas berkisaran Rp. 50 ribu/kilo. Untuk mendapatkan ikan sendiri, Pak hamami mengaku hanya menerima ikan dari para peternak ikan mas yang ada di kota Bandar Lampung dan diantarkan langsung kepadanya untuk dijual.

Mulai dari usaha jual beli ikan mas, Pak hamami bisa membuat kolam penampungan ikan mas. yang bisa untuk menampung lebih banyak ikan lagi.Dari ia membuat kolam punampunan itu, usahanya bertambah karna bukan untuk penampungan saja tetapi kolam pemancingan juga. 

Dari ia membuka kolam pemancingan, penghasilan pak hamami bertambah. perbulan ia mendapat pengadilan kurang lebih 5 juta, itu pun sudah di bagi ke pakan ikan, membayar pekerja.Akan tepi kalau banyak ikan yang mati. Penghasilannya berkurang,apalagi kalau dijual sanga murah. 

Untung yang pak hamami peroleh paling banyak dari pemancingan ikan mas. Karena setiap ada orang yang memancing harus membayar Rp. 15 ribu untuk 2 jam, itupun belum tentu dapat ikan.

Dan kalau memperoleh ikan dengan bobot yang besar dan bewarna merah akan mendapatkan uang yg lebih, dari pak hamami. Akan tetapi ikan tersebut tidak bisa di bawa pulang bagi yang mendapatkan ikan tersebut. 

Semakin besar penghasilan dari kolam pemancingan. Pak Hamami pun membuka cabang kolam pemancingan, di dekat pasar wai kandis. Sementara yang menjual ikan di pasar Perumnas Wai Halim adalah anak buahnya.

Sumber : Inspirasi Mancing Mania Way jaha