Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Agama dan Budaya Di Indonesia

Hartoni.com - Banyak sekali yang kurang memahami antara budaya dan agama, agar kita sedikit lebih memahami antara budaya dan agama ini sedikit akan penulis bahas.

Kebudayaan atau budaya dalam islam, istilah ini disibut dengan adab. Kebudayaan Indonesia dapat di definisikan sebagai seluruh kebudayaan lokal yang telah ada sebelum terbentuknya Negara Indonesia pada tahun 1945. Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan di pengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya, seperti kebudayaan tionghoa dan kebudayaan india. India terutama masuk dari penyebaran agama hindu dan budha, pada abad ke-5 masehi agama budha dan hindu lebih mendominan di nusantara ditandai dengan berdirinya kerajaan kutai hingga abad ke-15 masehi.

Teori Gujarat mengatakan mengatakan bahwa proses kedatangan islam ke Indonesia berasal dari Gujarat pada abadke-7 H atau abad ke-3 M. teori makkah bahwa proses masuknya islam ke Indonesia adalah langsung dari makkah atau arab, proses ini berlangsung pada abad pertama hijriah atau abad ke-7 M. tokoh yang memperkenalkan teori ini adalah Haji abdul karim amrullah atau HAMKA, salah satu ulama atau sekaligus sastrawan Indonesia.

Di Indonesia ada lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa, atau tepatnya 1340 dulu bangsa menurut sensus bps tahun 2010. Suku jawa adalah kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 41% dari total populasi.

Dari semua suku di Indonesia tidak semua kebudayaan nya mengikuti syariat islam, namun di Indonesia mayoritas islam dan memiliki adat dan budaya masing-masing tergantung suku yang mereka anut dan yang mereka percayai. Salah satu kebudayaan yang tidak masuk dalam syariat islam atau ajaran islam namun tetap di jalankan menurut adat yaitu, pesta perkawinan yang berlebihan diiringi musik dan diiringi penyanyi laki-laki maupun perempuan dengan pakaian yang memperlihatkan auratnya.

selama adat dan budaya itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam, silakan melakukannya. Namun jika bertentangan dengan ajaran Islam, seperti memamerkan aurat pada sebagian pakaian adat daerah, atau budaya itu berbau syirik atau memiliki asal-usul ritual syirik dan pemujaan atau penyembahan kepada dewa-dewa atau tuhan-tuhan selain Allah, maka budaya seperti itu hukumnya haram.

Sebenarnya masih banyak lagi adat dan budaya yang menyebar di tengah-tengah masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang benar. Adapun yang kami sebutkan itu hanyalah sebagai contoh, dan bentuknya bisa berubah-ubah dan bervariasi sesuai dengan perkembangan budaya itu sendiri.

Oleh karena itu, hendaklah kaum muslimin secara cermat meneliti asal usulnya, apakah budaya itu mengandung unsur yang dilarang dalam agama atau tidak? Sebab, kita harus menjadikan syariat Islam sebagai barometernya, bukan sebaliknya. Karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah, dan sebenar-benar pedoman adalah pedoman para salaf.

Sumber : Mata Kuliah Agama UTB LAMPUNG